Hey, aku merindukanmu
Seandainya Tuhan punya waktu yang lebih dari sekedar 24 jam sehari, aku akan memintaNya mendekatkan jarak kita.
Aku tak minta kau menjadi apapun.
Cukup menjadi engkau yang kukenal.
Aku tak ingin membuatmu makin tak indah sepertiku.
Biar hanya kusimpan semua untukku sendiri.
Aku bukan orang terbaik yang pernah kau kenal dalam perjalanan hidupmu.
Aku hanya setitik awan yang sempat mampir di antara mataharimu yang terang benderang.
Hey, aku merindukanmu!
Mungkin kaulah yang pernah memahami betapa hitam dan dan kelamnya jalanku.
Yach, ini bukan hanya karena dosa, tapi lebih pada rasa dan dewasa.
Kau telah cukup menjadi seperti mauku.
Hanya aku yang masih tak mengerti kenapa semua ini harus tentang pesonanya.
Kau mengerti betapa lekat perasaan bahagia pun sakitnya.
Hingga tak mampu kau membantuku melepas semuanya.
Kaupun telah melihatnya, tanda yang dia bubuhkan.
Dan aku jujur padamu sampai di batas titik nadhirku.
Hey, aku merindukanmu!
Rindu melihatmu terlelap di sampingku.
Kau yang bertahan untukku meski kaupun sulit menghadapi liku jalanmu.
Jika aku mampu, akan kukatakan pada langit dunia bahwa kau memendam asa hidup bahagia.
Kau bermimpi menjadi bagian dari sosok nun jauh di sana.
Tapi biar aku bersimpuh di antara lantun doa merdumu.
Memberi 'amin' pada semua yang kau pinta.
Hey, aku merindukanmu!
The friend is the man who knows all about you, and still likes you.
~Elbert Hubbard, The Notebook, 1927~
1 comments:
please accept for link exchange. so nice to be friend of u.
http://www.lowoption.tk/
Posting Komentar